Sebuah
Pengantar
Tahun 2020, gerbang
baru sejarah dunia dalam menguak duka
dan nestapa yang terjadi akibat kedatangan
makhluk kecil tak kasat mata yang tiba-tiba namanya menggetarkan penjuru dunia.
Makhluk kecil tersebut tak lain adalah virus mematikan. World
Health Organization (WHO) kemudian menamai virus ini sebagai Severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan
nama penyakitnya Coronavirus Disease 2019
(Covid 19).[1]
Sejak
merebaknya pandemi yang disebabkan oleh virus Corona di Indonesia, banyak cara
yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah penyebarannya. Salah satunya
adalah melalui surat edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)
Direktorat Pendidikan Tinggi No 1 tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran
Corona Virus Disease (Covid-19) di perguruan tinggi. Melalui surat edaran
teresebut pihak Kemendikbud memberikan instruksi kepada perguruan tinggi untuk
menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh dan menyarankan mahasiswa untuk belajar
dari rumah masing-masing.[2]
Kegiatan
belajar mengajar yang sebelumnya dilaksanakan di kampus, kini hanya dilakukan
secara online. Penggunaan teknologi
mobile memiliki kontribusi besar di dunia pendidikan, termasuk di
dalamnya adalah pencapaian tujuan pembelajaran jarak jauh. Namun, Kulon yang merupakan akronim dari Kuliah
Online, sampai pada masa penghujung semester. Mahasiswa semester 7 di
masing-masing Universitas akan memasuki era lapangan mereka. Sayangnya, tahun
ini terdapat perbedangan yang signifikan terkait Kuliah Kerja Nyata (KKN) di
Indonesia. Jika sebelumnya KKN merupakan euforia yang dinanti-nanti oleh para
pengejar toga, kini euforia tersebut berubah menjadi sebuah sambutan kelam dari
tirai Corona. Jika pembelajaran bisa dilakukan secara online, lantas bagaimana
dengan KKN? Sebuah tanda tanya besar menghinggapi benak mahasiswa KKN 2K20,
efektifkah KKN yang dilaksanakan di tengah pandemi saat ini?. Berikut penulis
paparkan efektivitas KKN versi Corona.
KKN
Edisi Corona
Penyebaran
virus Corona pada awalnya sangat
berdampak pada dunia ekonomi yang mulai lesu, tetapi kini dampaknya dirasakan
juga oleh dunia pendidikan. Kebijakan yang diambil oleh banyak negara termasuk
Indonesia dengan meliburkan seluruh aktivitas pendidikan, membuat pemerintah
dan lembaga terkait harus menghadirkan alternatif proses pendidikan bagi
peserta didik maupun mahasiswa yang tidak bisa melaksanakan proses pendidikan
pada lembaga pendidikan.[1]
Seperti yang dilakukan
oleh salah satu Universitas yang terletak di bumi lancang kuning. Tahun ini,
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (Uin Suska Riau) tetap
melepas mahasiswanya untuk KKN. Tentu bukan dengan tangan kosong, berbekalkan
beberapa pengantar dan bimbingan dari masing-masing Dosen Pembimbing Lapangan
(DPL) mahasiswa Uin Suska Riau memulai Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah Plus
(KKN-DR-PLUS). Proker yang dikerjakan pun tentu berbeda dari KKN sebelumnya.
KKN
edisi Corona ini, harus memperhatikan protocol kesehatan dengan menggunakan
masker ketika melaksanakan kegiatan di luar rumah, mencuci tangan dengan sabun
dan air mengalir, jaga jarak, dan menghindari kontak fisik seminim mungkin. Di tengah
kondisi yang demikian, keefektivitas KKN sontak dipertanyakan. Disini, penulis
ingin berbagi kiat KKN edisi corona yang tetap mengacu pada protocol kesehatan,
namun tetap berkesan di mata masyarakat.
Penerapan
3P Jalur Alternatif KKN Efektif Versi Corona
Pemanfaatan
Media Online
Seperti
halnya pembelajaran online, mahasiswa KKN juga harus memaksimalkan pemanfaatan
media online. Misalnya dengan pembuatan konten kreatif, video animasi yang
tetap bertemakan Covid 19, serta kreativitas lainnya yang bisa disalurkan lewat
media online. Tujuan penggunaan media online ini tentu untuk meminimalisir
kegiatan lapangan. Konten kreatif akan menarik perhatian warganet yang menjadi
nilai plus KKN edisi Corona tahun
ini. Mengapa demikian? Sebab konten yang diupluad di media online ini akan
menjadi sebuah dokumentasi publik yang kapan saja bisa dikunjungi kembali. Selain
itu, setiap postingan positif yang dibagikan akan mendatangkan manfaat bagi
yang mempostingnya.
Proker
Skala Kecil dengan Kontribusi Besar
Peserta
KKN tahun ini diharuskan untuk memutar otaknya guna mengeluarkan kreativitas
proker yang akan mereka jalankan. KKN era Corona ini, memiliki keterbatasan
dari segi kuantitas. Maksudnya, peserta KKN tidak bisa mengumpulkan massa dalam
jumlah besar untuk dilibatkan dalam proker nya.
Jadi,
untuk efektivitas KKN, peserta KKN bisa mengaplikasikan proker dengan skala
kecil namun memiliki kontribusi yang besar. Misalnya dengan pembagian masker,
pembuatan disenfektan dan handsanitizer yang disalurkan kepada masyarakat
sekitar lokasi KKN, proker perbaikan gizi masyarakat, serta pembuatan teknologi tepat guna lainnya yang
tidak memerlukan perkumpulan massa namun tetap memberikan kontribusi besar bagi
masyarakat sekitar.
Pastikan
Menjalin Relasi Kelembagaan.
Bagian
terakhir ini merupakan sebuah keharusan. Sebab, melalui relasi dengan lembaga
sekitar lokasi KKN, misalnya lembaga kesehatan, lembaga pemerintahan, lembaga
pendidikan, maupun lembaga masyarakat, peserta KKN bisa mengetahui problematika
yang terjadi di tengah masyarakat, tujuannya peserta KKN akan melatih kemampuan
problem solving guna membantu masyarakat
sekitar lokasi KKN. Selain itu, relasi dengan lembaga sekitar juga bisa
mendatangkan berbagai masnfaat bagi peserta KKN. Bisa jadi, peserta KKN akan
dilibatkan dalam kegiatan yang mereka laskanakan, atau malah sebaliknya,
peserta KKN bisa melibatkan mereka ketika menjalankan proker. Sehingga kegiatan
KKN yang dilakukan akan mendatangkan citra positif serta manfaat mendalam bagi
masing-masing peserta KKN meskipun berada di tengah situasi pandemi saat ini.
Sebuah Penutup
Efektif
tidaknya KKN yang dilaksanakan, dikembalikan lagi kepada diri masing-masing
individu. Semuanya perlu diawali dengan niat, jika niatnya baik maka kesulitan
dan beban seberat apapun pasti akan mampu diangkat. Intinya, kreativitas dan produktivitas menjadi modal utama kegiatan
KKN tahun ini. Sebagai penutup, semoga rekan-rekan KKN di seluruh Indonesia
mampu mengemban tugas KKN dengan sebaik-baiknya dengan tetap menjaga nama baik
almamater.
Sumber Referensi
Firman dan Sari Rahayu Rahman. 2020. Pembelajaran Online di Tengah Pandemi
Covid-19.
Vol 2, No 2
Yuliana. 2020. Corona Virus Disease (Covid 19) Sebuah Tinjauan Literatur,
dalam Jurnal
Wellnes and Healthy
Magazine, Vol 2 No 1
Purwanto,Agus dkk. 2020. Studi
Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses
Pembelajaran
Online di Sekolah Dasar, Vol 2, No 1
[1]
Agus Purwanto, dkk, Studi Eksploratif
Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar,
Vol 2, No 1, 2020, hal 2
[1] Yuliana, Corona Virus Disease (Covid 19) Sebuah Tinjauan Literatur,
dalam Jurnal Wellnes and Healthy
Magazine, Vol 2 No 1, 2020, hal :
187-188
[2]
Firman dan Sari Rahayu Rahman, Pembelajaran
Online di Tengah Pandemi Covid-19, Vol 2, No 2, 2020, hal 81


MasyaaAllah...
BalasHapusSemoga bermanfaat akhi. 🙏
HapusSemoga bermanfaat akhi. 🙏
Hapus